Dalam perencanaan kota modern dan pengembangan kawasan township, kualitas jalan dan aksesibilitas merupakan salah satu penentu utama kenyamanan sebuah properti. Terdapat beberapa indikator dan istilah krusial yang digunakan dalam bidang perencanaan tata kota, misalnya ROW (Right of Way). Apa itu?

Pentingnya Right of Way (ROW) Jalan dalam Pengembangan Township
Right of Way (ROW) adalah istilah yang merujuk pada ukuran lebar total jalan di depan rumah atau properti. Ukuran ini tidak hanya mencakup lebar jalur kendaraan, tetapi juga seluruh ruang yang dialokasikan untuk infrastruktur pendukungnya, seperti area hijau, trotoar, dan saluran air.
Besaran ROW sangat menentukan aspek fungsionalitas dan kenyamanan sebuah kawasan perumahan, loh!
Pentingnya ROW Besar bagi Aksesibilitas dan Mobilitas
ROW yang ideal dan berukuran besar memiliki signifikansi yang besar, terutama dalam pengembangan kawasan kota mandiri.
Pertama, ROW yang memadai tentu akan menjamin kapasitas jalan untuk mengakomodasi volume kendaraan yang melintas, sehingga meminimalkan risiko kemacetan di dalam kawasan tersebut.
Selain itu, lebar ROW juga memastikan tersedianya ruang yang cukup untuk penempatan infrastruktur penting lainnya, seperti kabel listrik bawah tanah, saluran air, hingga area penghijauan.
Terakhir bahwa sudah tentu dengan tersedianya jalan yang lebar, terlebih dengan dilengkapinya fasilitas trotoar hingga jalur sepeda/ jogging, fasilitas tersebut akan meningkatkan kualitas hidup, mobilitas, dan aspek keamanan bagi pejalan kaki maupun pengendara.
Standar ROW Menurut Regulasi
Apakah ada regulasi khusus yang mengatur mengenai lebar jalan ini? Tentu dan penting bagi kita untuk memahami regulasi tersebut. Jadi, menurut Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat No. 32 tahun 2006, jalan perumahan memiliki standar lebar jalur ideal minimum.
- Jalur Ganda: Untuk jalan satu jalur dengan dua lajur, standar minimum lebar jalur adalah 5,5 hingga 6 meter.
- Kelengkapan: Jalan juga harus dilengkapi dengan bahu jalan yang lebarnya 1 hingga 1,5 meter.
- Perumahan Menengah Atas: Umumnya, developer menyediakan ROW sekitar 8 meter untuk perumahan kelas menengah atas.
Melalui ketentuan di atas, Anda bisa memastikan jika ingin melakukan survey atau rencana pembelian unit hunian di sebuah kawasan, maka cermati lebar ROW jalan yang dapat disediakan oleh pengembang.
Realitas di Lapangan: ROW yang Tidak Memadai, Hingga Parkir Liar!
Sayangnya, kini kita saksikan banyak kawasan perumahan, terutama yang tidak dikembangkan oleh developer besar, seringkali mengorbankan lebar jalan demi memaksimalkan jumlah unit.
Meskipun terdapat peraturan dan standar mengenai lebar jalan, di lapangan, banyak perumahan yang hanya menyediakan lebar jalan sekitar 5 meter.
Lebar ini bahkan dikurangi lagi dengan pengalokasian ruang untuk saluran air dan penghijauan di kedua sisi, sehingga menyisakan ruang yang sangat terbatas untuk kendaraan melintas.
Dampak Fatal ROW Tidak Memadai
ROW jalan yang tidak ideal, apalagi di perumahan dengan volume kendaraan yang tinggi, dapat menimbulkan berbagai masalah serius, mulai dari ketidaknyamanan hingga konflik sosial:
- Kemacetan & Konflik
Jika ROW jalan tidak sesuai standar, masalah utama yang muncul adalah kemacetan di dalam lingkungan.
Hal ini sering diperparah dengan perilaku pemilik rumah yang memilih memarkirkan kendaraannya di jalan umum (parkir liar) karena carport atau garasi pribadi mereka tidak memadai.
- Jalan Makin Sempit
Bayangkan jika ada dua kendaraan yang diparkir di sisi kanan dan kiri jalan yang lebarnya hanya 6 meter, sisa ruang untuk kendaraan lain melintas menjadi sangat sempit, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu visual dan estetika, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
- Memperburuk Pengalaman Tinggal
Konflik yang timbul akibat parkir sembarangan dan jalan yang sempit memperburuk pengalaman tinggal, membuat lingkungan perumahan terasa tidak nyaman dan penuh gesekan.
Pembangunan jalan yang patuh terhadap regulasi yang ada memastikan bahwa setiap penghuni bisa mendapatkan akses yang nyaman bagi kendaraannya, sekaligus mengurangi potensi konflik sosial yang diakibatkan oleh minimnya ruang parkir di kawasan hunian.
ROW Jalan Park Serpong, Lebar & Bebas Macet!
Dikembangkan oleh Lippo Group, Park Serpong lahir sebagai township modern di kawasan strategis Tangerang, di mana jaminan terhadap kemudahan akses ke berbagai destinasi vital di Serpong sangat jelas.
Park Serpong dirancang sebagai pionir dalam mengusung konsep Green & Smart City, karena tidak hanya sekedar menawarkan hunian rumah, namun juga lingkungan yang terpadu.
Infrastruktur yang Menjamin Mobilitas
Komitmen Park Serpong terlihat dari pembangunan infrastruktur yang cukup superior. Sebut saja jaringan listrik dan kabel ditanam di bawah tanah (underground utilities) yang menciptakan lingkungan estetis, bersih, dan mempermudah pemeliharaan jangka panjang.
Selain itu, kawasan ini mendukung gerakan kota hijau melalui sistem panel surya dan turbin angin (wind turbine), serta terintegrasi dengan jaringan Fiber Optic High Speed Internet. Sedangkan untuk sistem pengelolaan air bersih dan air limbah, Park Serpong juga telah mengimplementasikan mekanisme terpadu yang berkelanjutan (sustainable).
ROW Jalan Park Serpong: Penuhi Standar & Regulasi
Bicara soal lebar jalan di Park Serpong, developer Lippo Group berkomitmen dalam mengatasi isu kemacetan dengan menjamin lebar jalan yang memadai:
- Akses jalan utama di sekitar kawasan (seperti Jl. Raya Legok, Jl. Binong, dan Jl. Pasir Randu) direncanakan akan dilebarkan menjadi ROW 26 meter.
- Lebar jalan di dalam cluster tipikal adalah ROW 6,5 meter. Ukuran ini memastikan ruang gerak yang nyaman bagi kendaraan.
Dengan perencanaan ROW jalan di Park Serpong secara matang dan terstandarisasi, potensi nilai investasi Anda akan terus meningkat, ditambah lagi dengan harga unit yang affordable!
Rasakan pengalaman tinggal di lingkungan yang matang dan terintegrasi. Jadwalkan kunjungan Anda ke Marketing Gallery Park Serpong atau hubungi WA Admin untuk info promo KPR dan skema pembayaran yang fleksibel!



